![]() |
| Menulis Sinopsis @Ilustrasi |
MENURUT sebagaian
orang menembus sebuah penerbitan atau rumah produksi perfilman agaknya
gampang-gampang susah. Namun menurut Arswendo Atmowiloto kunci utamanya justru
terletak pada sinopsis cerita yang ingin ditawarkan penulisnya ke penerbit atau
production house.
Penulis Novel Sunset
in Weh Island, Aida M.A, memberikan tips penting bagaimana caranya membuat
sinopsis yang bagus dan menarik, sehingga dilirik oleh penerbit. Menurutnya,
percaya atau tidak bahwa sebuah sinopsis mampu menarik perhatian editor atau
rumah produksi. Ia memberi contoh, beberapa film yang tampil di layar kaca atau
novel-novel yang sudah bereda di pasaran, semuanya diawali dengan sinopsis yang
keren.
Untuk membuat sinopsis
yang tidak asal-asalan, menurut Aida ada tujuh pertanyaan yang minimal harus
terjawab dan tergambar dalam sinosip yang dibuat. Tujuh hal ini akan
menggambarkan secara umum bagian besar isi cerita yang dibuat penulisnya. Apa
saja itu?
Pertama, siapa tokoh
utama cerita? Agar menarik, penulis bisa menambahkan sedikit karakter si tokoh
utama. Mulai dari parasnya, caranya berjalan, sikapnya, sehingga saat penulis
membicarakan si tokoh utama, maka akan terbangun karakter dari tokoh utama.
Sebagai contohnya,
dalam fanfic The Invention of Hugo Cabret – Brian Selznick. Tokoh
Hugo, anak kecil yang berusia 12 tahun, memiliki rambut ikal, mata berbinar,
suka mencuri makanan, dan sangat ahli dalam memperbaiki dan merawat mesin-mesin
terutama jam dinding di stasiun kereta api di kota Paris. (The
Invention of Hugo Cabret–Brian Selznick).
Kedua, Apa yang dihadapi oleh tokoh utama? Atau apa
keinginan, masalah yang dihadapi oleh tokoh utama? Terkadang masalah atau
keinginan yang dialami oleh si tokoh utama sangat sederhana saja, mungkin bisa
karena permasalahan percaya diri karena memiliki tubuh yang pendek (dalam
cerita remaja) atau masalah-masalah yang rumit lainnya. Sinopsis yang baik
harus mampu menghadirkan premisini, dan mampu menjawab apa masalah yang
dihadapi si tokoh utama.
Sebagai contoh masalah
yang dihadapi oleh tokoh Humbert. Humbert dalam Lolita, sebuah novel Vladimir
Nabokov berceritakan tentang Humbert seorang professor yang terobsesi pada
gadis remaja yang bernama Dolores Haze- sang Lolita, gadis remaja yang
mengingatkannya pada kekasih di masa ia remaja, yang bernama Annabelle.
Ketiga, Siapa yang menghalangi si tokoh utama dalam
menyelesaikan masalahnya atau mencapai keinginannya? Dalam sebuah sinopsis juga
harus menyelipkan seorang tokoh antagonis yang berhadapan langsung dengan si
tokoh utama. Tokoh antagonis ini tak selalu harus menjadi musuh utama seperti
dalam film action, tapi seseorang yang menghalangi tujuan atau keinginan dari
si tokoh utama pun bisa dikatakan seorang tokoh antagonis. Tanpa adanya si
tokoh antagonis ini sinopsis akan terasa datar-datar saja.
Contohnya bisa dilihat
dalam Film The Vow, sebuah film besutan dari sutradara Michael
Sucsy, bagaimana peran orang tua Paige untuk memisahkan Paige yang sudah
menikah dengan Leo.
Keempat, Bagaimana si tokoh utama mencapai
keinginannya, atau menyelesaikan masalahnya. Ini merupakan point penting dalam
sebuah sinopsis, jika dipaparkan dengan cara yang unik, bisa dipastikan akan
menarik untuk dibaca.
Misal saja, tokoh
Humbert (Lolita, Vladimir Nabokov) agar bisa mendekati Lolita, maka ia menikah
dengan Ibu Lolita, begitu ibu dari gadis itu meninggal dunia, maka ia bisa
leluasa membawa Lolita jalan-jalan mengelilingi Amerika Serikat selayaknya
sepasang kekasih.
Kelima, bagaimana perubahan dari si tokoh utama
dalam menyelesaikan masalahnya? Bagian ini bisa ditampilkan sedikit atau secara
umum saja dalam sebuah sinopsis, bagaimana proses jatuh bangun si tokoh utama,
sehingga mampu menciptakan dramatisasi yang sangat menarik dan membuat editor
penasaran.
Keenam, Apa pesan yang ingin disampaikan dalam
sebuah cerita? Dalam hal ini bisa disisipi dalam sebuah sinopsis, menurut Aida
sebuah cerita ada baiknya memiliki misi dan pesan bagi pembacanya, begitu juga
perlu menghadirkan pesan dalam sebuah sinopsis, bukan harus pesan tertulis
seperti dalam teks book, namun pesan tersebut berbaur dalam alur cerita dalam
sinopsis cerita.
Ketujuh, Bagaimana gaya penulisan dan cara tutur
penulis. Ini menjadi point terakhir, akan berjalan seiring waktu ketika penulis
sudah memulai menulis cerita dalam sinopsisnya
Sumber: http://www.atjehpost.com/
Cara Menulis Sinopsis Cerita
Reviewed by atjehislami
on
April 19, 2013
Rating:
Reviewed by atjehislami
on
April 19, 2013
Rating:

No comments:
Post a Comment